Benteng Kokoh!!!
Bangunlah benteng yang kokoh!! Hingga waktunya tiba, rubuhkanlah benteng itu!!
Kurang lebih seperti itu pesannya padaku. Cih!!! Lalu apa gunanya aku bersusah payah membangun benteng yang kokoh, lalu kemudian akan aku hancurkan dengan gampangnya saat waktunya tiba???
Mengecewakan!!! Lalu apa gunanya kau suruh aku membangunnya rapat – rapat dulu dengan seluruh tenaga dan pikiranku, kalau toh nantinya kau harapkan aku untuk menghancurkannya dengan tanganku sendiri???
Kenapa tidak sekalian saja kau suruh aku langsung menghancurkannya sekarang?? Kenapa harus nanti, disaat pasti aku tlah memiliki RASA yang besar!!!
Cih,…
Kau suruh aku menanamkan harapan dan semangat yang besar terhadap indahnya benteng itu nantinya, lalu kau harapkan aku meruntuhkannya sebelum ia menjadi indah!!
Lalu bagaimana dengan rasaKU saat membangunnya??
Lalu bagaimana dengan rasanya saat aku memberinya harapan atas indahnya benteng itu nanti??
Lalu bagaimana dengan rasaKU saat aku harus menghancurkannya???
Tidakkah kau pikir rasaKU saat membangunnya???
Tidakkah kau pikir rasaKU saat akan meruntuhkannya???
Atau dirinya yang mungkin akan lebih tersakiti atas ajaranMU itu??
Atau mungkin dirimu begitu gampangnya berpikir saat aku membangun benteng ini, aku sama sekali tak melibatkan rasa didalamnya, hah???
Perlu kau tahu, KINI rasa itu tlah ada!!! Karena itu aku akan mewujudkan keinginanmu membangun rapat benteng indah itu namun akan tetap mempertahankan indahnya benteng itu, sekalipun IA yang HAK telah meruntuhkan wujud fisiknya!!!
NB :
Aku rasa kau cukup paham, RASA tak akan dengan gampangnya pudar walau hanya karena cobaanNYA. Cuman mungkin kau belum paham bahwa begitu juga rasaKU!!