keEGOISanku…
Hari ini,walaupun lelah sangat menghantuiku namun tetap kurasakan indah,karena lagi-lagi aku masih bisa menghabiskan waktuku bersama Dia. Walaupun mungkin menghasilkan hal-hal yang selama ini selalu kutakutkan…
Bayangkan saja,ketika malam sebelumnya terpaksa ku lalui lama di warnet menanti seorang saudara pulang kerumahnya. Sebelumnya saya berencana membeli sebuah terang bulan keju,untuk sedikit mengganjal perutku yang sangat keroncongan karena sudah beberapa jam belum terisi,namun karena ku tahu saudaraku itu masih di rumah kawannya akhirnya kuputuskan untuk singgah saja di warnet. Lama sy menunggunya di warnet,hingga mungkin pukul 02.00 dini hari baru kutinggalkan warnet tersebut bersamanya dengan hanya melihat ke tanah kosong tempat penjual terang bulan keju itu biasa berjualan. Sampai dirumahnya,berharap ada sedikit makanan namun ternyata tidak ada makanan dalam lemari makanannya. Bahkan sambal goreng yang selalu kunikmati hanya dengan nasi putih saja sudah tampak tak bersisa. Beruntung kulihat ada beberapa krupuk bakso dalam lemari tersebut,yang langsung dengan lahap kusantap 3 buah di antaranya. Teringat juga olehku sepotong cokelat sisaku masih ada didalam kulkas yang tentu saja tidak lolos dariku. Namun terhenti karena dengan santainya saudaraku itu mengajakku tidur dengan mematikan lampu ruangan tersebut.
Hampir pukul 4 rasanya baru ku bisa tertidur,setelah sebelumnya menyelesaikan sebuah tulisan.
Paginya pukul 8 lewat,aku terbangun oleh nyanyian frente yang berbunyi nyaring dari hapeku. Rupanya Siska membangunkanku untuk kuliah. Dengan sigap&sedikit asal-asalan ku siram diriku dengan dinginnya air kamar mandi. Saatku selesai mandi,ternyata Siska tlah ada diluar rumah menungguku dengan santai sambil duduk diatas motor. Setelah serabutan memilih baju,langsung kutemui Siska di luar pagar yang tak berani masuk karena seekor hewan peliharaan drumah tersebut. Pagi itu,tidak seperti ketika dia menelponku,dia tampak santai dan tidak terburu-buru. Bahkan menegurku yang memang seperti sedang dikejar sesuatu. ‘Santai,santai,ngga usah buru-buru begitu in,kita udah ngga bisa masuk kok’. Seingatku itu katanya. Yang langsung membuatku merasa sia-sia harus buru-buru bangun tadi. ;p akhirnya dengan ‘santai’ yang Siska maksud,diapun membawa motorku menuju ke kampus. Sesampainya di depan ruang kelas,tampak olehku beberapa teman-temanku yang lain berkerumun di depan ruang kelas tersebut, persis seperti apa yang Siska bilang,buat mereka yang terlamabat bahkan 2 menit sekalipun sudah tidak ada izin untuk masuk lagi. Akhirnya atas dasar panggilan perut,saya mengajak Siska untuk ke mace. Sesampainya di mace,ternyata telah cukup banyak berkumpul teman-teman serta adik-adik yang juga di usir dari mata kuliah tersebut. Sepertinya ini awal&terbanyaknya teman-teman yang diusir karena terlambat masuk kelas. Hehehe…
Pertama kali datang langsung kucari mace dengan tujuan awal untuk makan, namun syng belum ada makanan yang mace siapkan. Akhinya sambil menunggu makanan,sy pun online dengan mengecek facebookku dan join di banyak-banyak grup yang tersedia di facebook. Saat itu tiba-tiba kulihat Dia baru saja datang bahkan lebih santai dari Siska tadi. Hampir pukul 10.00 mace baru mulai meracik ayam gorengnya&itu berarti 15 menit lagi,sy masuk Komunikasi Politik (Kompol) yaitu kuliahku berikutnya. Setelah berpikiran jernih untuk tidak lagi memesan mie goreng,sypun memutuskan untuk habis kuliah saja baru makan di mace. Sayapun beranjak ke kelas berikutnya bersama beberapa orang teman-teman tanpa Dia yang baru saja tampak memulai mengeluarkan laptop entah untuk apa.
Sesampainya di kelas dosen mata kuliah kompol tersebut belum datang,akhirnya saya bersama teman-temanku duduk menunggu di koridor FIS IV lantai 2 tempat kami mahasiswa(i) komunikasi biasa duduk-duduk menunggu dosen,bercerita,bergosip atau melakukan apa saja di koridor tersebut ketika Korps kami belum di pugar dulu… Sambil menunggu dosen tersebut,terlihat olehku Rista seorang teman smpku berdiri sendirian di depan kelas 208. Akhirnya saya berinisiatif untuk mengajaknya bercerita-cerita. Kamipun bercerita tentang banyak hal, mulai dari air production,kabar teman-teman semuanya,si A** yang sepertinya benar-benar memujaku dulu,hingga gossip tidak jelas yang mengatakan sy sudah menikah! Gokil.
Lagi asyik bercerita,tiba-tiba dosen kompolku datang,akhirnya sayapun bergegas memasuki ruangan kelas beserta teman-temanku yang lain dengan sebelumnya membuat janji dengan teman smpku itu untuk bertemu lagi lain waktu&dia akan memperlihatkan padaku buku tahunan SMA Negeri 2 yang angkatanku,agar dia bisa membuktikan bahwa si A** memang benar-benar pernah menyukaiku.
Di ruangan kelas,sy duduk manis di sampingnya Siska sambil berusaha keras menahan lapar yang benar-benar membuatku mual. Akhinya kubuat janji dengan Siska,segera setelah selesai kuliah kompol kami akan langsung ke mace&mnikmati lezatnya makanan mace. Tentu saja dengan Siska yang mentraktirku sebagai bayaran atas penyewaan motorku. Hehehe…
Proses transfer ilmu kompol dari dosenku Pak Hasrullah tidak terlalu kunikmati secara baik,selain karena saat itu sy sangat kelaparan juga karena kepalaku yang terasa sangat berat,pusing dan sakit. Yang pastinya saya ingat,beliau ternyata sangat rasis. Namun lepas dari itu,saya merasa mata kuliah ini tidak seberat yang biasa dikatakan senior-senior terdahulu. Namun mungkin karena dosen yang biasa mengajar mata kuliah ini tlah tiada. Yah, Dr. Mansyur Semma, alm. Dosenkulah yang biasa mengajarkan mata kuliah ini. Beliau adalah dosen yang sangat cerdas meskipun kedua matanya tak lagi mampu melihat beliau tetap saja berhasil menyelesaikan studinya hingga gelar Doktor. Bahkan saat beliau telah tiada, buku yang beliau tulis saat beliau masih hidup dan telah kehilangan kedua matanyapun berhasil di cetak&di launching berkat kerja keras&keinginan,tekad kuat anak-anak KOSMIK yang tak lain adalah para mahasiswa(i)nya.
Tak terasa jam telah menunjukkan pukul 12 siang, perutku sudah benar-benar sakit. Bahkan mualpun telah kurasakan sangat. Tak lama berselang dosenku mengakhiri kuliahnya,bergegas saya langsung berniat ke mace&dengan tidak sabar menunggu Siska yang masih saja santai. Saat Siska belum selesai juga membereskan barang-barangnya, bagai disambar petir teriakan dari salah seorang teman pengurus benar-benar membuatku desperated. Bagaimana tidak, ditengah kondisi lapar,saya harus kuat mendengar teriakan ‘Pengurus tinggal dulu buat rapat’. Akhirnya dengan mimic&suara yang kurasakan sangat kecewa,kukatakan kepada Siska bahwa kita mau rapat pengurus dulu. Dengan langkah gontai kubawa diriku kembali ke arah koridor FIS IV dan menghempaskan tubuhku duduk di koridor tersebut. Cukup lama,baru rapat dimulai,akhirnya kembali kupasang topeng kebesaranku untuk kondisi seperti ini. Beruntung ada Yuyu yang cukup mampu membuatku tertawa lepas karena mengganggunya yang baru hari itu kulihat. Selama rapat, beberapa kali saya tertunduk dan me‘ludah’ di bagian belakang koridor yang saya duduki. Sialnya rasa lapar benar-benar menguasaiku. Di tengah rapat,Siska yang seharusnya makan bersamaku malah pergi ke UIT untuk menjadi pemateri di kegiatan yang dilaksanakan oleh IMIKI. Yang itu berarti saya akan melakukan hal yang paling tidak kusukai,yaitu makan sendiri. Selepas Siska pergi,ternyata rapatnya masih belum juga selesai-selesai hingga rasa laparku kembali hilang. Yang itu artinya, makanpun sudah tak niat saya sekarang.
Selesai rapat,saya sama Arul berencana ke MTC untuk ketemu dengan Kak Jamal, membicarakan teknis acara pelatihan internat melalui media hp yang akan diadakan Sabtu(07-02-09) nanti. Namun katanya dia mau ambil hp dulu di temannya. Ya sudah sayapun pergi bersama Ika,Bilqz,Noe,Lilies dan Yaya ke Kansas untuk makan dulu. Namun berhubung rasa laparku sudah jauh terlewati akhirnya coto yang saya pesan amat teramat sangat tidak kunikmati, bahkan nasi yang diberikan penjualnya malah dihabisi oleh Yaya&Bilqz. Selepas dari Kansas,kami pun berjalan ke arah pw,baru disekitar ekonomi tiba-tiba musik frente di hpku kembali berbunyi, Kak Jamal called me. Yang bilang saat itu juga saya harus segera ke MTC,karena dia harus pergi. Akhirnya segera kucari Arul&langsung mengajaknya ke MTC. Sesampainya di MTC,karena kebodohan yang agak2 dodol,akhirnya kami harus berlama-lama di escalator dan lift MTC tersebut dan membuat kepalaku makin pusing. Setelah cukup lama berbincang dengan kak Jamal, kembali mataku yang dilanda perasaan berat. Rasa kantuk benar-benar tak mampu tertahankan, akhirnya dengan sedikit kodean mata, kuajak Arul untuk segera pulang. Setelah sedikit berbasa-basi, kamipun segera pulang kembali menuju kampus. Kantukku benar-benar tak bisa kuatasi, untungnya kepalaku tidak terlalu sakit karena Arul membawakan tasku. Akhirnya saya berhasil tertidur setengah-setengah di belakang Arul. (padahal dulu saya pernah membahas dengan Siska,klo ada orang yang bonceng kami&tidak mungkin tertidur di belakangnya itu pasti klo Arul yang bonceng) Hehehe… tapi ternyata saya berhasil tertidur di belakangnya!! Hohoho… sampai akhirnya di daerah sekitaran kuburan dia mulai tersadar, bahwa saya tertidur dibelakangnya saat helmku mulai terantuk-antuk di kepalanya. Dan kejamnya si Arul, bukannya membangunkan dengan lemah lembut atau menyuruhku tidur dengan lebih sopan mengendarai motornya. Dia malah menambah kencang laju motornya&sambil berteriak berkata ‘Kalau tidur ko ini Ain,jatuh ko pasti. Tojeng K!!!’. dan walhasil dengan rasa kantuk yang sangat susah kulawan saya hanya berpegang pada jaketnya&menyandarkan kepalaku di tasku dipunggungnya yang kebetulan cukup besar dan nyaman untuk saya jadikan sandaran kepala buat tidur. Sambil membalas teriakannya dengan kata ‘Ngantuk skali K kodonk Om’. Sambil sesekali berteriak-teriak nyaring saat kurasakan hembusan angin dari mobil&motor yang di lewati oleh Arul. Hingga mengundang pandangan prihatin dari beberapa penghuni jalan lainnya yang masih sempat kulihat wajahnya saat Arul dengan terpaksa harus beberapa kali mengerem karena hampir bersatu dengan kendaraan lain.
Sesampainya di kampus, mual&pusing karena perjalanan barusan langsung melandaku. Untung saja Arul tidak terlalu memaksaku untuk mengambil kembali tasku yang sejak pagi kurasa lebih berat dari biasanya. Sesampainya di kampus dengan susah payah saya berjalan ke arah wc sastra untuk membereskan hasratku. Setelah itu saya berjalan ke arah kran air&mengambil air wudhu sekaligus menghilangkan rasa kantukku. Sekitar 20 menit bermanja-manja di mushalah sastra,saya langkahkan kembali kakiku ke arah fisip. Katanya anak excist 2008 akan bermain bola,namun ternyata belum berlangsung. Inisiatif lah sy ke mace. Sampai di mace hanya ada Andi&beberapa orang senior disana. Kuletakkan tas yang telah kembali padaku di samping Andi&hendak duduk. Namun teriakan ‘Aci’’, mengagetkanku yang rupanya adalah Siska yang telah kembali dari kerjaannya bawa materi. Sayapun duduk di samping Siska yang tampak asyik berfacebookan ria. Lapar kembali melandaku,melihat tidak adanya sesuatu yang bisa saya makan di lemari jualannya mace,akhirnya saya memutuskan kerjaan baru adalah mengganggu Siska OL, tapi ternyata dia cukup pelit sehingga saya tidak berhasil mengganggunya. Jadilah saya mencari laptop lain yang kosong dan mataku tertuju pada sebuah laptop berbungkuskan tas laptop warna biru yang tak asing buatku asyik bertengger di sebuah meja di mace di tengah kerumunan kawan-kawan HI tanpa ada yang menggunakan. Setelah berbasa-basi sedikit untuk melihat isi tas laptop tersebut tahulah saya bahwa itu ternyata laptop dari sang ketua KOSMIK Irwan, lalu mana orangnya? Kucoba aktifkan laptop tersebut disamping Andi sambil bertanya dimana sang pemilik laptop. Rupanya Dia sedang berada di kamar Andi bersama beberapa anak-anak lainnya. Sedang asyik berfacebookan tiba-tiba dering destiny berbunyi nyaring dari hpku. Oh, rupanya si Dia menelponku, dengan suara berat seperti baru bangun Dia bertanya saya dimana,setelah ku jawab saya sedang berada di kampusku&duduk2 di mace2 di kampusku sedang OL menggunakan laptop teman,Dia lalu langsung bertanya apakah saya sudah makan atau belum, dan di akhiri dengan pesan untuk makan. Namun seandainya Dia tahu kondisi makanan mace2 di kampusku sore ini seperti ini,pasti Dia mengerti kenapa saya tidak mau makan disini.
Hampir pukul ½ 6 kembali kurasakan lapar yang teramat sangad. Dan kuajaklah Siska untuk balik, berharap akan ada Rempela&Hati ayam di warung Dian yang bisa kusantap. Namun sebelumnya kami singgah terlebih dahulu di lapangan bola, bermaksud mengembalikan laptopnya Irwan dan melihat sebentaran adik-adik bermain bola. Dan syng sekali, ini bukan pertama kalinya mereka bertanding dan kalah lagi. Pernah sih, menang sekali tapi menang WO. Hupf… Selesai menonton bola, sayapun langsung cabut dengan Siska dan pergi ke warung Dian. Syngx rempela&hati Ayamnya habis. Jadi terpaksa saya makan Ayamnya beserta sayur nangka&tempe goreng. Makanku lahap sekali kala itu.
Setelah menikmati makanan di warung Dian tersebut, dengan menumpang pada pete-pete saya berencana menuju ke Computer City. Syngnya akibat ketololan nd jelasku lagi saya terpaksa harus berjalan kaki cukup jauh. Turun di dekat Fly Over saya berjalan kaki di sepanjang jalan pettarani. Awalnya saya berpikir untuk terus berjalan saja,selain karena saya bingung harus naek pete-pete apa,saya juga sudah merasa pusing. Namun, berat tasku yang membuat kepalaku semakin sakit&mual di perutku memaksaku untuk naek pete-pete saja,tak lama setelahnya akhirnya Computer City menyambutku. Setelah berkeliling sedikit di sana. Sayapun memutuskan untuk pulang,lelah sangad benar-benar menghantuiku kala itu. Sambil menunggu Dia yang katanya ingin datang menjemputku saya memutuskan untuk stay di warnet. Yah,Dia menelponku ketika saya sedang bingung-bingungnya gara-gara terjadi kesalahan kecil pas di jalan tadi&akhirnya berkata akan datang menjemputku.
Tak lama OL di warnet, Diapun datang,namun syngx Dia hanya menungguku di depan warnet. Setelah chat sama kak Tiur,sayapun keluar menemuinya. Lama kami bercerita-cerita di depan warnet sampai akhirnya rasa mualku datang lagi&kami putuskan untuk jalan saja. Setelah sedikit berkeliling dengan Dia,kami singgah di pantai dan menikmati segelas es kelapa muda sambil bercerita banyak tentang keseharian kami masing-masing. Sampai akhirnya membuatku berpikir,suatu saat nanti mungkin saya akan mengambil alih kunci kendali dan memutuskan untuk pergi karena melihat keadaan orang-orang yang menjadi korban atas kami. Hupf… maafkan aku jika suatu saat itu terjadi. Karena pasti saya akan lebih tidak tega terhadap pikiran perasaan mereka dibandingkan pikiran perasaanku. Saya terlalu jahat kalau seandainya saya menutup mata,telinga dan hati atas apa yang telah terjadi terhadap mereka. Walau saya masih cukup yakin jika saat itu tiba, saya pasti belum mampu dan cukup kuat untuk melepasmu.
pondokanx Siska
dini hari,060209
No Comments Yet
Jadilah yang pertama untuk berkomentar!