Kisah sang Serigala dan Domba
Kisah sang Serigala dan Domba
Sudah beberapa hari belakangan ini ku dengar bahwa serigala itu berubah
Dia tekankan pada dirinya sendiri,juga pada mantan dombanya bahwa Dia bukan lagi serigala. Dia tlah berubah menjadi vegetarian.
Sementara dombanya, tak lagi Dia lihat sebagai domba,namun sebagai mawar indah yang berduri, yang tak boleh Dia sentuh(entah karena mungkin dapat membuatnya terluka atau mungkin terlalu beracun untuk dirinya atau entahlah) tapi hanya bisa Dia lihat dan nikmati indah dan harumnya mawar itu dari jauh. Hanya itu.
Lalu si domba pasrah itu kembali hanya diam mendengar pengakuannya,.. tak tahu harus mengatakan apa terhadap si serigala,karena toh sejak awal kendali di tangan si serigala. Atau mungkin karena benar-benar pasrah dan menyesali perkataannya pada malam indah itu,sehingga membuat si serigala mengambil keputusan seperti itu. Yah,domba tak mampu&kuasa untuk menahan serigala tersebut,karena semua itu akibat dari si domba itu sendiri yang tlah begitu tololnya mengatakan hal aneh tersebut.
Hari-hari setelah malam itu dilalui oleh si domba dengan begitu berat. Selain tentu saja karena rasa rindunya yang begitu besar terhadap si serigala tersebut.
Namun juga karena dia harus memakai topeng penuh kepalsuan seharian penuh. Terlebih saat si serigala tampak begitu mempesona di hadapan si domba. Bahkan malam-malam yang mereka lalui bersamapun terasa sangat menyakitkan buat si domba. Si Domba yang tlah beberapa hari belakangan ini mempelajari teknik tersenyum yang baik. Domba yang hanya bisa menangis dalam diam agar tidak membuat si serigala sakit. Domba yang perlahan kembali membenci malam-malamnya, malam dimana saat dia hanya bisa duduk terdiam meratap dlam sunyi dan memikirkan semuanya sendiri. Seperti bagaimana ia benci malam ini.
Domba tersebut tak setangguh yang serigala dan orang-orang pikirkan.
Domba tersebut tak seindah yang serigala dan orang-orang pikirkan.
Domba tersebut tak sehebat yang serigala dan orang-orang pikirkan.
Domba tersebut tak setegar yang serigala dan orang-orang pikirkan.
Dan ku tahu,kau pun tahu bahwa domba itu rapuh.
Inginku berlari mengejarmu wahai sang serigala
nikmati lagi indahnya saat-saat itu
meski kutahu kau tak mungkin mau
atau bahkan pergi meninggalkanku
namun sungguh aku rindu padamu
Indah saat bersamamupun semakin ku rindukan
hingga memaksaku selalu memakai topeng
rapuh diriku untuk bertahan disisimu
inginkan serigalaku yang dulu
maafkan aku atas semua ini
(lirih bisikan sang domba padaku)
Maafkan si domba yang telah menjadi seperti ini. Sungguh dia merindukan sang serigala itu. Namun dia yakin dia bisa menanganinya, saat ketika Dia kembali menjadi serigala si domba tersebut.
[Namun satu hal yang ku tahu pasti. Apapun yang terjadi domba tak ingin serigala itu pergi. Karena sungguh,dia menikmati saat-saat bersama si serigala. Apapun itu. Semuanya. Tanpa terkecuali,bahkan di saat domba harus sendiri di tengah ramainya dunia mereka.]
@ orient
050209
Dini hari,ketika sang domba bercerita tentang janji serigala untuk berubah.
No Comments Yet
Jadilah yang pertama untuk berkomentar!