Aneh…

pagi tadi,.. saat hendak beranjak tidur, aku terusik. sehingga memaksaku terjaga hingga saat ini.

aku kaget setengah mati&tidak bisa memungkiri beragam pertanyaan di kepalaku. saat kalian memasuki rumah. awalnya aku berusaha keras menghilangkan kekakuan antara aku dan kalian. terlebih dengan wanita yang baru pertama kali ini kulihat. sampai akhirnya…. ekor mataku tak pernah bisa berhenti memperhatikan kalian. memperhatikan tingkah mesra kalian di sampingku. memperhatikan bagaimana dekatnya kalian berbicara. mulai dari elusan-elusan mesra dirambut si wanita yang kau lakukan, gigitan&cubitan kecil si wanita kepadamu, sampai arghhh….

aku jadi tak mampu berkata-kata… bukan tak tahu apa yang harus kukatakan,.. hanya saja aku…….. argh,.. sudahlah,itu bukan urusanku. ya,sama sekali bukan urusanku. hanya saja AKU PERDULI. Aku perduli pada wanita yang baru pagi ini aku kenal. sumpah aku kaget setengah mati saat pintu belakang tiba-tiba terbuka di saat semua orang seharusnya baru saja terlelap dalam tidurnya. ternyata itu dirimu, aku tidak heran kalau kau datang jam segini, hanya saja aku kaget setengah mati saat kau menyuruh seseorang untuk masuk. pikiranku langsung bertanya-tanya. ’siapa lagi yang kau bawa pulang ini?’

wanita itu sangat manis. hitam manis tepatnya. aku suka caranya berkomunikasi. sehingga aku tak bisa berhenti untuk mengalihkan perhatianku dari segala lakunya. aku asyik tiduran di sofa tempat biasa aku tertidur saat aku memperhatikan kalian di depanku. kemudian saat si wanita berpindah ke sofa tempatku tiduran, aku dengan sopan meninggikan badanku dan menarik kakiku yang tengah berselonjor, karena aku masih melihatnya tamu dirumah ini. beberapa menit kami bercerita sampai kaupun pindah ke sofa tersebut. kalian seolah ingin menguasai sofa tersebut [MAAF] akupun sadar diri dan berpindah ketempatmu semula duduk.

setelah pindah,aku terus berusaha berkonsentrasi dan mengalihkan pikiran&pandanganku dari kalian. namun aku tidak bisa memungkiri, ekor mataku terus saja melirik ke kalian. D***ED!! ku coba fokuskan pikiranku ke blog yang ingin kutulis,namun tetap saja konsentrasiku terhalang oleh kalian. bahkan secara refleks anehnya, aku justru memperingati kalian saat kusadari ada seseorang yang keluar dari kamar!!! BODOH!!! AIN BODOH!!! dan si wanita, yang sadar akan peringatanku langsung refleks pula beraksi. cih…. setelah semuanya kembali ‘aman’, kembali dari ekor mataku kulihat bagaimana kau menyuruh si wanita menyandarkan badannya di kaki panjangmu, agar kau kembali bisa dengan mudah membelai rambutnya!!!

entah angin apa, kau malah berdiri dan duduk di sampingku. cih,… si wanita tentu saja bergerak dan berdiri di depanmu dan tepat disampingku pula. berkali-kali aku mengucap istigfar dalam hatiku agar tidak melontarkan kata-kata yang akan merusak hari-hari terakhir puasa ini. dan lagi-lagi kulihat si wanita mengusap pipimu&kau terlihat sangat menikmatinya. bahkan menarik si wanita untuk duduk ke dalam pangkuanmu untuk beberapa detik dengan posisi seperti itu disampingku!!! catat disampingku persis!!!! tidak berpuasakah kalian???? hah????

sofa yang kududuki memang cukup mampu untuk menampung berat seseorang lagi. termasuk berat si wanita yang saat ini beralih duduk di pegangan sofa di belakangku. usianya yang kuperkirakan baru 15 atau 16 tahun itu yang kurasa tidak membuatnya canggung untuk dekat denganku seperti itu!! tapi tahukah ia bahwa aku yang canggung bahkan semakin risih saat ia dibelakangku?? MAAF… untungnya saja ketidak amanan kembali hadir. dan rasa kantuk yang melanda wanita itupun pula yang membuat kalian akhirnya pergi. entah pergi kemana lagi kalian setelah itu… mungkin pulang kerumah yang belakangan ini kutahu pula kau tempati bersama wanita itu atau entah kemana lagi&memakrukan puasa si wanita. karena aku tahu kau tidak berpuasa.

ingin rasanya aku memperingati si wanita itu, tapi apa hakku, toh bisa saja memang seperti itu tingkah kalian&itu hal yang wajar menurut kalian!!! mungkin saja perSAUDARAan kalian memang seperti itu bentuknya. aku jadi teringat minggu lalu, saat kau juga membawa seorang wanita pula kerumah. seorang wanita yang jauh lebih muda dari wanita yang pagi ini kau bawa. bahkan tak jauh berbeda dengan usia adikku Ari!!! kau dan wanita itu, aku sebut saja anak kecil itu. kembali mempertunjukkan sesuatu yang aneh!!! cih,.. ada apa denganmu?? tak sadarkah kau,sindiran-sindiran yang tadi kulontarkan kepadamu itu karena aku tak suka melihatmu seperti itu??

tak sadarkah kau, kau sudah cukup tua untuk terus seperti itu?? kenapa bahkan aku yang jauh lebih muda darimu yang harus memperingatimu hah?? mungkin pengaruh obat2an yang kau konsumsi itu yang membuatmu tidak lagi bisa berpikiran jernih!!! tapi aku masih berharap kau masih bisa sadar!!! paling tidak,sadarlah demi anak kecil berusia 4-5 tahun yang ada di wallpaper HPmu itu. bagaimanapun juga, dia pasti ingin ayah yang bisa menjadi penuntunnya dalam menjalani hidup yang semakin kejam ini.

dan untukmu si wanita(wanita-wanita) aku minta maaf kalau kisahmu dengannya harus tertuang dalam notes ini. bukan maksud aku menjelek-jelekkanmu atau mempermalukanmu. hanya saja aku tak ingin kau jadi ikut-ikutan terjerumus. aku tahu, terlalu dini memang aku berbicara hal ini,toh bisa saja aku saja yang agak2 berLEBIHan menilai semuanya. tapi paling tidak sebelum apa yang kupikirkan itu benar terjadi, aku hanya ingin kau bisa sadar. sekali lagi MAAF,.. MAAFKAN aku harus berbicara ini!!! MAAF… mungkin suatu saat kau dan kalian si wanita akan membaca ini. aku tidak menyesal, setidaknya aku masih memperlihatkan keperdulianku padamu!!! pada si wanita!!! karena aku wanita. oh iya wanita, aku punya pembelaan kenapa aku berpikiran seperti ini. (apa kau lihat,aku dan dia seperti dia dan kamu?? tidakkan?? padahal status kita kurasa sama!!) aku harap kamu mengerti,agar tidak lebih gamblang ku ucapkan padamu.

[sepertinya, gerakan refleks peringatanku padamu tadi terlambat,buktinya sekarang kau sedang diceritai.Karena itu cepatlah sadar]

160909 08.30

sepulangnya kalian dari rumah.

011508. Tak Berkategori.

Belum Ada Tanggapan

Jadilah yang pertama untuk berkomentar!

Tinggalkan Balasan

Trackback URI